Umur baru sekitar 8 tahun, perawakan kurus kecil dan dekil, berpakaian seadanya, tetapi dalam dirinya terdapat semangat yang selalu bergelora untuk meraih masa depan yang lebih baik, setidaknya begitulah cita-cita dan harapan orang tuanya kepada sang anak tersebut.
Lintang namanya, sebuah nama yang singkat dan lugas, menggambarkan kesederhanaan atau mungkin ketidakpandaian sang orang tua dalam memilihkan nama. Tapi baiklah… dari segala kekurangan itu tidak pernah terbayangkan oleh kita, si Lintang kecil harus mengayuh sepeda kumbang butut sejauh 40 km sehari untuk bisa bersekolah, luar biasa …. !!! Tidak pernah bolos selama dia di Sekolah Dasar barang satu hari pun…!!! Suatu pagi apa daya sepeda tuanya mengalami putus rantai… Apa yang dilakukan LINTANG??? Dituntunnya sepeda tersebut ke sekolah sejauh 20 Km dan ketika tiba di sekolah 15 menit menjelang bubaran, setelah itu dituntunnya lagi sepeda tersebut berjalan 20 km, luar biasa… luar biasa…. luar biasa….
Walaupun begitu Dia selalu Juara I di Kelasnya selama dia bersekolah.
Tahu akhir cerita LINTANG ??? Dia berhenti sekolah ketika bertepatan 6 bulan menjelang ujian kelas 3 SMP, ketika itu datang sepucuk surat kepada ibu gurunya yang berbunyi :
“ Ibunda guru yang terhormat, mulai hari ini aku berhenti sekolah karena Bapak ku telah meninggal, ada 14 perut yang bergantung pada ku sehingga aku harus bekerja”
Lugas, sederhana, dan sangat mengharukan. Menyesalkah LINTANG, ketika ditanya dia menjawab “Setidaknya dia telah memenuhi keinginan Ayahnya yang tidak ingin dia menjadi Nelayan, Lintang Menjadi SUPIR”.
Kilasan cerita diatas adalah pengalaman hidup salah seorang anak manusia, yang dengan segala kekurangannya menatap optimis ke masa depan…
Bagaimana dengan kita, yang hidup dengan kondisi relatif cukup atau mungkin juga berlebihan, sudahkah di diri kita ada optimisme menatap masa depan???
Masa depan adalah bukan monster yang harus kita takuti, bukan sesuatu momok yang membuat kita berputus asa, apapun kondisi kita saat ini, melaratkah, kayakah, ataupun yang lainnya, tak ada yang perlu kita takuti. Karena yang menentukan semua Adalah Allah sang Maha Segalanya. Kita cukup hanya dengan menyempurnakan yang menjadi TUGAS KITA SEBAGAI MANUSIA, Berusaha dan berusaha dengan sebaik-baiknya.
Selalu Optimis dengan masa depan adalah bagian dari kewajiban kita sebagai manusia untuk selalu husnudzan kepada Allah Sang Pencipta. Segala yang ada pada diri kita masing-masing saat ini adalah pemberian Allah yang terbaik kepada kita saat ini, terlepas dari kita merasakan ketidaknyamanan, kurang puas, tidak suka dengan kondisi Anda saat ini, ketahuilah bahwa itulah yang terbaik untuk Anda pada masa sekarang, karena hanya Allah lah yang tahu ukuran yang paling akurat untuk diri kita dalam segala Hal.
Trus .. Apa yang mesti kita lakukan ??? Sederhana saja… Lakukan yang terbaik dengan segala potensi yang ada Pada diri Anda masing-masing, jika Anda seorang Pelajar manfaatkan kesempatan Belajar yang telah Allah Anugrahkan kepada Anda dengan semaksimal-maksimalnya. Jadi pelajar yang memiliki Identitas yang jelas, Penuh dedikasi, Bekerja kerja, Memaksimalkan ide-ide sehingga lahirlah karya-karya yang bermanfaat bagi Anda, keluarga dan masyarakat disekeliling kita. Karena sesungguhnya ketika Anda memaksimalkan potensi yang ada pada diri Anda ketahuilah bahwa itu adalah bagian dari rasa syukur Anda ke Allah yang telah memberikan yang terbaik Bagi Anda.
Contohlah LINTANG yang dengan segala keterbatasannya, kemiskinannya tetapi jibakunya dalam mencari ilmu sungguh luar biasa, bayangkan lah ketika Anda berusia delapan tahun harus bersedia bersepeda sejauh 40 km pergi pulang setiap hari hanya dan hanya untuk memahami aksara dan angka, hanya untuk bisa membaca dan menulis. Bukan karena hasil besar yang ditorehkan oleh Lintang tetapi kerja kerasnya lah yang menjadi Panutan.
Jangan pernah untuk menyerah untuk selalu berbuat yang terbaik, lakukanlah yang bisa Anda lakukan buat kemaslahatan Manusia, kecil dimata manusia, Besar di hadapan Allah.
Jangan pernah takut menghadapi masa depan Apapun kondisi Anda saat ini, Berusahalah, bekerjalah dan satu hal yang perlu Anda tanamkan :
JANGAN PERNAH MENDAHULUI TAKDIR.
by: teras belitong